
Dari ritual kecantikan tradisional Korea hingga menjadi bahan aktif di berbagai merek skincare global, snail mucin atau lendir siput telah menempuh perjalanan panjang. Di awal kemunculannya, bahan ini sempat dianggap aneh bahkan kontroversial. Namun siapa sangka, snail mucin berhasil membuktikan potensinya sebagai bahan multifungsi—dikenal karena kemampuannya melembapkan, memperbaiki skin barrier, menenangkan iritasi, dan mempercepat regenerasi kulit.
Popularitasnya pernah merajai industri kecantikan, menjadikannya primadona dalam banyak produk, mulai dari serum hingga pelembap. Bahkan hingga kini, banyak orang masih mengandalkannya karena hasilnya yang nyata dan teksturnya yang ringan di kulit. Namun, di tengah gelombang inovasi bahan aktif baru dan meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan. Serta etika dalam industri kecantikan, muncul pertanyaan besar: apakah snail mucin masih relevan di era sekarang? Atau justru mulai tersisih oleh bahan-bahan yang lebih modern, vegan-friendly, dan ramah lingkungan?
Apa Itu Snail Mucin?
Snail mucin atau snail secretion filtrate (filtrat sekresi siput) adalah bahan alami yang diperoleh dari lendir siput. Dan kini menjadi salah satu kandungan populer dalam produk perawatan kulit. Meski terdengar unik, bahan ini telah digunakan sejak zaman dahulu dalam pengobatan tradisional dan kembali populer berkat tren skincare asal Korea Selatan.
Popularitas snail mucin terus berkembang, termasuk di Indonesia, karena dikenal mampu mengatasi berbagai masalah kulit—mulai dari kulit kering, iritasi, hingga bekas jerawat. Keunggulan lainnya, bahan ini aman dan cocok digunakan untuk hampir semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif. Menariknya, meskipun tergolong alami, snail mucin mengandung berbagai senyawa aktif penting. Seperti allantoin, glycolic acid, hyaluronic acid, peptida, zinc, dan agen antibakteri. Kombinasi kandungan ini menjadikannya efektif untuk melembapkan, memperbaiki skin barrier, menenangkan kulit. Serta membantu proses regenerasi sel.
Manfaat Menggunakan Snail Mucin
1. Menghidrasi Kulit
Snail mucin mengandung hyaluronic acid, bahan aktif yang dikenal mampu mengunci kelembapan dan menjaga kadar air di dalam kulit. Hasilnya, kulit terasa lebih lembap, kenyal, dan sehat.
2. Membantu Mengatasi Jerawat
Kandungan antibakteri dalam snail mucin membantu melawan bakteri penyebab jerawat serta meredakan peradangan. Cocok digunakan untuk kulit yang rentan berjerawat.
3. Menyamarkan Bekas Jerawat
Selain mengatasi jerawat, snail mucin juga efektif mempercepat regenerasi kulit dan memperbaiki jaringan yang rusak, sehingga bekas jerawat bisa perlahan memudar.
4. Mencegah Tanda Penuaan Dini
Snail mucin membantu merangsang produksi kolagen dan elastin, dua komponen penting yang menjaga kekenyalan kulit. Ini membantu mengurangi tampilan garis halus dan kerutan, serta menjaga kulit tetap kencang dan muda.
5. Menyamarkan Kantung Mata
Kandungan pelembap dalam snail mucin juga bermanfaat untuk area bawah mata. Dapat membantu melembapkan, menenangkan kulit yang bengkak, dan mengurangi tampilan kantung serta garis halus di sekitar mata.
BACA JUGA: Reverse Contour: Teknik Baru Yang Sedang Tren Bikin Makeup Lebih Natural
Leave a Reply