
Pernahkah Anda merasa kulit terasa kering, kusam, atau seperti tertarik setelah mandi? Banyak yang mengira ini akibat sabun atau cuaca, padahal kualitas air bisa jadi penyebab utamanya — khususnya tingkat water hardness atau kekerasan air. Air yang mengandung mineral tinggi, seperti kalsium dan magnesium, dapat mengganggu kelembapan alami kulit dan membuatnya terasa tidak nyaman.
Memahami water hardness penting karena kandungan mineral dalam air juga bisa menghambat kinerja produk perawatan kulit. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan kulit dalam jangka panjang. Mengetahui kualitas air di rumah dan menyesuaikan perawatan kulit adalah langkah sederhana. Namun efektif untuk menjaga kulit tetap sehat dan terhidrasi.
Apa Itu Water Hardness?
Berbeda dengan istilah air keras dalam dunia industri atau bahan kimia yang identik dengan zat berbahaya. Air keras dalam konteks ini merujuk pada air dengan kadar mineral tinggi. Khususnya kalsium dan magnesium, atau yang lebih dikenal sebagai air sadah. Meski terlihat biasa saja, air sadah dapat memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kesehatan kulit dan rambut, terutama jika digunakan setiap hari untuk mandi atau mencuci wajah.
Dalam sebuah video di media sosial, dijelaskan bahwa penggunaan air keran yang tergolong air sadah secara rutin dapat merusak skin barrier, membuat kulit lebih kering, sensitif, dan mudah iritasi. Selain itu, rambut juga bisa menjadi kasar, mudah kusut, dan kehilangan kelembapan alaminya. Karena itu, penting untuk lebih memperhatikan kualitas air yang digunakan sehari-hari dan mempertimbangkan langkah pencegahan, seperti menggunakan filter air atau menyesuaikan rutinitas perawatan kulit, agar efek negatifnya bisa diminimalkan.
Tanda-Tanda Kulit Terpengaruh oleh Kualitas Air yang Buruk
Kulit wajah yang terus-menerus terpapar air dengan kualitas buruk dapat menunjukkan berbagai tanda yang cukup mudah dikenali. Kondisi ini sering kali terjadi akibat kandungan zat tertentu dalam air, seperti klorin, logam berat, atau mineral dalam jumlah tinggi. Beberapa gejala umum yang bisa muncul antara lain:
-
Kulit kering dan bersisik
Air dengan kandungan klorin atau kadar mineral tinggi (air sadah) dapat menghilangkan minyak alami pada kulit. Akibatnya, kulit menjadi kering, terasa kasar, dan tampak bersisik. -
Iritasi dan kemerahan
Zat seperti klorin dan logam berat dalam air dapat memicu iritasi, ditandai dengan kemerahan, gatal, hingga rasa perih, terutama pada kulit sensitif. -
Jerawat dan komedo
Residu mineral dan kontaminan dalam air bisa menyumbat pori-pori, yang kemudian memicu munculnya jerawat dan komedo. -
Kulit tampak kusam
Air yang mengandung polutan atau logam berat dapat menghambat proses regenerasi sel kulit, sehingga kulit kehilangan kilau alaminya dan tampak lebih kusam.
BACA JUGA: Cryo vs. Thermo Therapy: Mana yang Lebih Efektif untuk Kecantikan Kulit Anda?
Leave a Reply