Di tengah hiruk-pikuk rutinitas harian, tidak sedikit dari kita yang memilih spa sebagai cara untuk recharge diri—melepaskan stres, memanjakan tubuh, dan menemukan kembali ketenangan batin. Tapi tahukah kamu? Agar sesi spa benar-benar memberi manfaat maksimal. Ada beberapa hal penting yang sebaiknya kamu perhatikan lebih dulu sebelum melakukan spa.

Mulai dari memilih tempat dan jenis perawatan yang tepat, hingga memastikan tubuh dalam kondisi prima—semuanya berperan penting dalam menciptakan pengalaman spa yang menyenangkan sekaligus aman. Yuk, simak panduan berikut agar ritual relaksasimu benar-benar jadi momen terbaik tanpa gangguan!


Jangan Datang ke Spa dengan Perut Terlalu Kenyang

Boleh kok makan sebelum melakukan spa, bahkan dianjurkan agar kamu tetap punya energi. Tapi… jangan berlebihan, ya! Mengisi perut terlalu banyak sebelum perawatan bisa bikin kamu merasa begah, mual, atau tidak nyaman saat berbaring dan dipijat. Tubuh yang terlalu kenyang justru bisa mengganggu proses relaksasi.

Solusinya? Pilih makanan ringan seperti buah-buahan segar, yogurt, atau roti gandum—dan konsumsi sekitar 1–2 jam sebelum spa. Hindari makanan berat dan berlemak. Dengan perut yang pas (nggak kosong, tapi juga nggak penuh), kamu akan lebih rileks dan bisa menikmati setiap momen dengan tenang.


Punya Luka Terbuka? Tunda Dulu Rencana ke Spa

Spa memang menyenangkan, tapi kalau kamu sedang punya luka terbuka, kulit tergores, atau bahkan ruam dan gatal-gatal—lebih baik ditunda dulu. Produk perawatan, sentuhan terapis, atau suhu panas dari sauna bisa memperparah kondisi kulitmu. Bukannya rileks, kamu malah bisa pulang dengan rasa tidak nyaman atau bahkan infeksi.

Menurut Public Health Grey Bruce Health Unit, melakukan spa saat kondisi kulit tidak sehat dapat meningkatkan risiko bakteri masuk ke tubuh. Ingat, spa adalah tempat yang lembap dan hangat—ideal untuk relaksasi, tapi juga bisa jadi tempat bakteri berkembang jika kamu datang dalam kondisi tidak prima. Jadi pastikan kulitmu benar-benar sehat sebelum treatment, ya!


Tidak Semua Orang Boleh Spa, Lho!

Meskipun spa menawarkan banyak manfaat, ternyata tidak semua orang aman untuk menjalani perawatan seperti berendam air panas, sauna, atau pijat. Beberapa kondisi kesehatan bisa membuat aktivitas ini justru berisiko. Berikut kelompok yang sebaiknya menghindari spa (atau setidaknya konsultasi ke dokter dulu):

  • Ibu hamil (terutama trimester pertama): Risiko hipertermia dan tekanan pijat bisa membahayakan kehamilan.

  • Anak kecil: Tubuh mereka belum stabil dalam mengatur suhu, dan risiko tenggelam juga tinggi.

  • Pengidap diabetes: Luka kecil bisa dengan mudah berkembang jadi infeksi serius.

  • Orang yang sedang sakit: Tubuh masih dalam masa pemulihan dan bisa menularkan penyakit ke pengunjung lain.

  • Penderita asma atau masalah pernapasan: Sauna yang panas dan kering bisa memicu sesak napas.

  • Penderita penyakit jantung: Suhu tinggi dapat memperberat kerja jantung.

  • Orang yang mengonsumsi alkohol: Kombinasi panas dan alkohol bisa memicu dehidrasi, pusing, bahkan pingsan.

Kalau kamu masuk ke salah satu kategori di atas, jangan buru-buru booking spa. Lebih baik cek kondisi ke dokter terlebih dulu—demi keselamatan dan kenyamanan kamu sendiri.

BACA JUGA: Bahaya! Risiko Jika Teralu Sering Melakukan Kegiatan Spa!