Spa memang dikenal sebagai salah satu cara terbaik untuk melepas penat dan memanjakan diri. Suasana tenang, aroma terapi yang menenangkan, dan pijatan lembut membuat tubuh dan pikiran terasa lebih ringan. Tapi di balik semua kenyamanan itu, siapa sangka kalau spa yang dilakukan terlalu sering justru bisa membawa efek samping yang tidak terduga?

Mulai dari iritasi kulit hingga gangguan kesehatan tertentu, rutinitas spa yang berlebihan bisa mengubah aktivitas relaksasi menjadi sesuatu yang merugikan. Karena itu, penting untuk tetap bijak—kenali batas aman, dengarkan sinyal tubuh, dan sesuaikan frekuensinya. Dengan begitu, kamu tetap bisa merasakan manfaat spa secara maksimal, tanpa risiko tersembunyi.


Gangguan Kesuburan Pria

Bagi pria, terlalu sering terpapar suhu tinggi—seperti saat menggunakan sauna—bisa berdampak negatif pada kesehatan reproduksi. Paparan panas berlebih pada area skrotum diduga mengganggu proses pembentukan sperma (spermatogenesis), yang membutuhkan suhu tertentu untuk berfungsi optimal.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pria yang sering terpapar panas ekstrem cenderung mengalami penurunan jumlah dan kualitas sperma. Karena itu, jika kamu sedang merencanakan kehamilan, ada baiknya membatasi frekuensi sauna dan sejenisnya untuk menjaga kesuburan.


Gangguan pada Kulit

Meski sauna bisa membantu membuka pori-pori dan mengeluarkan racun melalui keringat, bukan berarti kamu bisa melakukannya setiap hari. Terutama jika kamu memiliki kulit sensitif atau riwayat eksim, sauna yang terlalu sering justru dapat memperparah kondisi kulit.

Paparan panas yang berulang bisa menyebabkan kulit menjadi kering, iritasi, bahkan memicu peradangan. Maka dari itu, selalu perhatikan respons kulit setelah sauna. Bila muncul kemerahan, rasa perih, atau gatal berlebihan, segera hentikan sementara dan konsultasikan dengan dokter kulit.


Risiko Dehidrasi

Salah satu efek utama sauna adalah meningkatnya produksi keringat, yang memang baik untuk detoksifikasi. Tapi ini juga berarti tubuh kehilangan banyak cairan dalam waktu singkat. Jika kamu tidak cukup minum sebelum dan sesudah sauna, risiko dehidrasi akan meningkat.

Gejala seperti pusing, sakit kepala, rasa haus berlebihan, atau tubuh terasa lemas adalah sinyal bahwa tubuhmu mulai kekurangan cairan. Jika itu terjadi, segera keluar dari sauna, minum air putih, dan istirahat. Jangan abaikan tanda-tanda ini—kenyamanan yang kamu cari bisa berubah jadi bahaya jika tubuh dipaksakan.

BACA JUGA: Perbedaan Sauna Dan Perawatan Spa yang Membuat Orang Sering Keliru