Page 3 of 8

Face Yoga dan Gua Sha: Natural Beauty Tools yang Masih Jadi Andalan Saat Ini

Di tengah gempuran teknologi kecantikan modern dan berbagai perawatan instan, metode alami seperti face yoga dan gua sha justru tetap eksis—bahkan semakin digemari. Tanpa jarum, tanpa bahan kimia, dan bisa dilakukan sendiri di rumah, kedua teknik ini menawarkan alternatif yang lebih natural dalam merawat kulit wajah.

Face yoga dan gua sha dipercaya mampu menjaga kekencangan kulit, memperlancar sirkulasi darah, dan memberikan efek relaksasi yang menyeluruh. Tak hanya itu, keduanya juga dinilai membantu mengurangi ketegangan otot wajah yang sering muncul akibat stres dan aktivitas sehari-hari. Namun di balik popularitasnya, muncul pertanyaan menarik: apa sebenarnya yang membuat dua teknik ini bertahan dan tetap relevan hingga sekarang? Apakah manfaatnya benar-benar terbukti secara ilmiah, atau hanya sekadar ritual kecantikan turun-temurun yang kembali naik daun berkat tren holistik? Mari kita ulas bersama sama!

 

Face Yoga

Face yoga adalah kombinasi latihan dan pijat wajah yang bertujuan untuk mengencangkan serta memperkuat otot wajah. Teknik ini dipercaya membantu melancarkan sirkulasi darah, meredakan ketegangan otot, dan meningkatkan elastisitas kulit secara alami.

Angela Rosoff, instruktur face yoga bersertifikat, menjelaskan bahwa gerakan dalam face yoga dirancang untuk melatih otot wajah, mirip dengan yoga pada tubuh. Karena itu, praktik ini sebaiknya dilakukan dengan tenang dan penuh kesadaran. Sambil menggabungkan pijatan lembut dan teknik pernapasan. Hasil dari latihan ini bisa terlihat dalam bentuk pipi yang tampak lebih berisi, garis wajah yang lebih rileks, dagu yang lebih tegas. Serta kulit yang terasa lebih kencang dan segar karena aliran oksigen yang meningkat.

Apa Saja Sih Manfaatnya?

Salah satu manfaat utama face yoga adalah melancarkan sirkulasi darah di wajah, yang membuat wajah tampak lebih segar dan tidak bengkak saat bangun tidur. Selain itu, teknik ini juga membantu mengencangkan area leher dan rahang, sehingga wajah terlihat lebih tegas dan proporsional.

Jika dilakukan rutin 10–15 menit setiap hari selama satu bulan, hasilnya bisa mulai terlihat: wajah lebih segar, rahang lebih defined, dan morning puffiness berkurang. Namun, untuk hasil yang lebih signifikan seperti efek natural facelift, dibutuhkan konsistensi dan pola hidup sehat.

 

Gua Sha

Gua sha adalah alat pijat tradisional asal Tiongkok yang terbuat dari batu giok dan digunakan dengan cara mengikis permukaan kulit secara lembut untuk merangsang sirkulasi darah. Bentuknya pipih dengan tepi halus, sehingga dapat memberikan tekanan yang tepat pada titik pijat tanpa menimbulkan rasa sakit berlebihan. Awalnya, gua sha dikenal sebagai metode pengobatan untuk membantu meredakan nyeri otot, melancarkan peredaran darah, melemaskan ketegangan saraf, hingga mengatasi gejala masuk angin. Teknik ini juga umum digunakan dalam pijat refleksi dan akupresur.

Seiring waktu, gua sha mulai populer dalam dunia kecantikan karena manfaatnya untuk kulit. Alat ini digunakan untuk memijat area wajah seperti pipi, dahi, rahang, dan leher—mirip dengan fungsi jade roller atau dermaroller. Jika digunakan secara rutin, gua sha dipercaya dapat membantu mengurangi bengkak, meningkatkan elastisitas kulit, serta memberikan efek wajah yang lebih kencang dan segar.

 

Manfaat Teknik Gua Sha

 

  • Membuat Wajah Tampak Awet Muda
    Pijatan gua sha merangsang produksi kolagen dan elastin, yang membantu menyamarkan kerutan dan mengencangkan kulit.

  • Mencerahkan Kulit
    Melancarkan sirkulasi darah, sehingga nutrisi dan oksigen lebih optimal terserap—membuat kulit tampak sehat dan glowing.

  • Meningkatkan Penyerapan Skincare
    Digunakan setelah serum atau face oil, gua sha membantu kandungan produk menyerap lebih maksimal ke dalam kulit.

  • Mengurangi Kantung Mata
    Pijatan lembut di area bawah mata melancarkan sistem limfatik dan mengurangi penumpukan cairan, sehingga kantung mata berkurang.

  • Mencegah Jerawat
    Dengan minyak jojoba, gua sha membantu mencegah jerawat dengan menyeimbangkan produksi sebum dan memaksimalkan penyerapan nutrisi. Lakukan tes alergi sebelum pemakaian.

  • Meniruskan Wajah
    Gerakan gua sha yang konsisten bisa mempertegas garis rahang dan pipi, membuat wajah tampak lebih tirus dan terdefinisi.

 

BACA JUGA: Top 3 Tren Kecantikan dari Paris Fashion Week Internasional

Superfood dalam Skincare: Ini Sebuah Tren atau Terobosan Nyata?

Pernahkah Anda membayangkan bahan-bahan yang biasa Anda temui di meja makan—seperti matcha, chia seed, hingga alpukat—kini justru menjadi bintang utama dalam produk perawatan kulit? Istilah superfood kini semakin sering muncul di label-label skincare, lengkap dengan klaim yang menggoda: membuat kulit tampak lebih sehat, bercahaya, dan awet muda secara alami.

Namun, di balik tren yang semakin populer ini, muncul satu pertanyaan penting: apakah kehadiran superfood dalam produk kecantikan benar-benar didukung oleh riset ilmiah? Ataukah ini hanyalah strategi pemasaran yang pandai memanfaatkan tren gaya hidup sehat? Dalam kesempatan kali ini kami akan membahas topik tersebut secara rinci!

 

Apa Sih Itu Superfood?

Hingga saat ini, belum ada definisi ilmiah yang benar-benar baku untuk istilah “superfood.” Namun secara sederhana, superfood merujuk pada jenis makanan—baik dari sumber nabati maupun hewani. Yang dianggap kaya nutrisi dan memiliki manfaat bagi kesehatan.

Superfood biasanya dikenal karena kandungan antioksidan, flavonoid, vitamin, mineral, serta berbagai nutrisi lainnya yang sering dikaitkan dengan manfaat. Seperti pencegahan kanker, penyakit jantung, dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Selain itu, makanan-makanan ini juga identik dengan kalori yang relatif rendah, sehingga kerap menjadi pilihan utama dalam menu diet populer.

Tak heran, superfood sering muncul dalam berbagai resep sehat yang viral di internet. Bayangkan semangkuk smoothie bowl berisi oat, chia seed, potongan pisang, dan blueberry—tampilannya menggoda, manfaatnya pun diyakini luar biasa. Kombinasi antara nutrisi tinggi dan tren hidup sehat menjadikan superfood semakin digemari, terutama di kalangan milenial yang kian sadar akan pentingnya gaya hidup seimbang.

 

Apa Saja Manfaat Superfood Untuk Kulit?

Karena kaya akan kandungan antioksidan, vitamin A, C, E, serta fatty acid, superfood jelas punya potensi besar dalam mendukung kesehatan kulit. Nutrisi-nutrisi ini dikenal mampu melindungi kulit dari radikal bebas, menjaga kelembapan alami. Hingga membantu memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan dini.

Dengan kandungan yang sedemikian lengkap, tidak heran jika banyak superfood mulai dilirik sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit. Sebagian besar dari mereka memang menawarkan manfaat yang sejalan dengan kebutuhan kulit modern. Terutama di tengah isu polusi, stres, dan gaya hidup cepat yang memengaruhi kesehatan kulit dari dalam.

Nah, berikut ini saya bocorkan beberapa superfood yang sedang hype dan juga sering digunakan sebagai ingredient dalam produk skincare. Siapa tahu, salah satunya sudah jadi andalan dalam rutinitas perawatan kulit Anda!

BACA JUGA: Face Yoga dan Gua Sha: Natural Beauty Tools yang Masih Jadi Andalan Saat Ini

Perbandingan Bahan Aktif Favorit Yang Terdapat Pada Skincare di Asia vs Eropa

Industri skincare di Asia dan Eropa berkembang dengan karakteristik yang unik, termasuk dalam pemilihan bahan aktif favorit. Di Asia, fokus utama terletak pada kulit cerah, lembap, dan sehat dari dalam, sehingga bahan-bahan yang digunakan cenderung lembut namun efektif. Sementara itu, Eropa mengedepankan pendekatan ilmiah dengan penekanan pada efikasi tinggi dan standar dermatologis yang ketat.

Perbedaan filosofi ini tercermin jelas dalam jenis bahan aktif yang digunakan di masing-masing wilayah. Asia cenderung memilih bahan alami atau fermentasi dengan efek jangka panjang yang menutrisi. Sedangkan Eropa mengandalkan kandungan aktif dengan bukti klinis kuat dan hasil yang terlihat lebih cepat.

Lalu, apa saja bahan aktif paling populer di Asia dan Eropa? Dan bagaimana perbedaan ini mencerminkan kebutuhan serta preferensi konsumen di kedua belahan dunia? Perbandingan berikut akan mengungkap keunikan dan keunggulan dari masing-masing pendekatan skincare.

Perbedaan Bahan yang Digunakan

Skincare Eropa

Skincare Eropa dikenal dengan pendekatan alami yang menekankan kemurnian dan keaslian bahan. Produk-produknya banyak menggunakan minyak esensial, ekstrak tumbuhan, dan bahan organik yang lembut namun efektif untuk merawat kulit secara menyeluruh. Filosofi ini lahir dari tradisi panjang dalam pengobatan herbal dan perhatian tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan.

Beberapa bahan aktif yang populer di Eropa antara lain rosehip oil, lavender, chamomile, dan jojoba oil. Masing-masing dikenal memiliki manfaat seperti menenangkan iritasi, melembapkan kulit kering, hingga membantu proses regenerasi sel kulit secara alami.

Pendekatan ini membuat skincare Eropa sangat cocok untuk mereka yang menginginkan produk dengan performa tinggi namun tetap mengutamakan keseimbangan antara efektivitas dan kelembutan—sebuah ciri khas yang membedakannya dari tren perawatan kulit di belahan dunia lain.

Skincare Asia

Di sisi lain, skincare Asia dikenal dengan pendekatan yang menggabungkan inovasi teknologi tinggi dan pengembangan bahan aktif berbasis sains. Produk-produknya sering diformulasikan dengan bahan aktif populer seperti asam hialuronat, niacinamide, ceramide, dan ekstrak ginseng, yang terbukti efektif dalam menjaga kelembapan, mencerahkan kulit, serta membantu proses regenerasi.

Selain fokus ilmiah, skincare Asia juga tidak melupakan akar tradisionalnya. Banyak produk masih memanfaatkan bahan-bahan alami yang telah digunakan secara turun-temurun, seperti beras, centella asiatica, dan ginseng—yang terkenal akan kemampuannya menenangkan kulit dan memperbaiki lapisan pelindungnya.

Pendekatan ini mencerminkan filosofi kecantikan Asia yang menekankan pada kulit sehat dari dalam, dengan hasil yang halus, bercahaya, dan tampak natural. Gabungan antara tradisi dan inovasi inilah yang membuat skincare Asia menonjol di pasar global.

BACA JUGA: Superfood dalam Skincare: Ini Sebuah Tren atau Terobosan Nyata?

Negara-Negara yang Menjadi Pencetus Inovasi Skincare Terbaik di Dunia

Industri skincare global terus menunjukkan pertumbuhan pesat berkat inovasi yang lahir dari berbagai penjuru dunia. Setiap negara memiliki pendekatan unik dalam merawat kulit. Mulai dari pemanfaatan teknologi mutakhir dan riset ilmiah mendalam. Hingga penggunaan bahan-bahan alami yang diwariskan secara turun-temurun.

Inovasi-inovasi ini tidak hanya memperkaya pilihan konsumen. Tetapi juga menetapkan standar baru yang menginspirasi tren kecantikan global. Pendekatan yang berbeda dari setiap negara menciptakan spektrum luas dalam dunia perawatan kulit. Dari formulasi futuristik hingga filosofi perawatan yang holistik dan berbasis budaya. Lalu, negara mana saja yang dikenal sebagai pionir dalam menghadirkan terobosan skincare paling berpengaruh? Mari kita telusuri bagaimana kontribusi masing-masing negara telah membentuk arah dan masa depan industri kecantikan dunia.

Jepang

Jepang dikenal dengan produk skincare berkualitas tinggi yang memadukan bahan alami dan teknologi mutakhir. Dengan penggunaan bahan kimia seminimal mungkin. Filosofi perawatan kulit Jepang menekankan pada pencegahan. Yaitu menjaga kulit tetap sehat dan awet muda melalui penggunaan rutin produk-produk yang ringan namun efektif.

Salah satu contoh paling populer adalah SK-II, brand legendaris yang dikenal dengan kandungan Pitera, yang membantu meremajakan kulit, menjaga elastisitas, mengecilkan pori-pori, dan meratakan warna kulit.

Menariknya, banyak produk kecantikan Jepang ditawarkan dengan harga terjangkau, sehingga memudahkan konsumen mencoba berbagai merek tanpa perlu merogoh kocek dalam. Produk-produk ini pun mudah ditemukan di toko obat lokal atau dibeli secara daring dengan biaya pengiriman rendah.

Prancis

Ibu kota Prancis, Paris, dikenal di seluruh dunia sebagai pusat mode, seni, dan ikon global seperti Menara Eiffel. Di balik citra glamornya, Prancis juga menjadi rumah bagi berbagai merek kecantikan prestisius—salah satunya adalah Nuxe.

Didirikan oleh Aliza Jabès dan berbasis di Provence, Nuxe dikenal sebagai pelopor dalam kosmetik alami. Brand ini populer dengan produk andalannya, Huile Prodigieuse, minyak kering multifungsi yang telah menjadi ikon kecantikan global.

Keunggulan Nuxe tak hanya terletak pada formulanya yang inovatif dan aromanya yang harum, tetapi juga pada komitmennya terhadap bahan-bahan ramah lingkungan. Produk-produknya dibuat dari bahan organik dan berkelanjutan. Nuxe juga merupakan mitra dari gerakan 1% for the Planet, yang berarti mereka menyumbangkan 1% dari pendapatan tahunannya untuk mendukung organisasi lingkungan.

Amerika Serikat

Sebagai salah satu pasar terbesar untuk produk kecantikan di dunia, Amerika Serikat menawarkan beragam pilihan—mulai dari merek kelas atas hingga produk terjangkau di toko obat. Tak heran jika para beauty enthusiast di AS selalu mengikuti tren terbaru dan berburu produk wajib punya.

Negeri ini juga menjadi rumah bagi sejumlah produk skincare paling inovatif di pasaran, seperti BB cream, serum, dan pelembap dengan formula mutakhir. Selain itu, AS dikenal sebagai penghasil berbagai produk anti-aging yang sangat efektif.

Untuk mengetahui merek kecantikan mana yang paling populer di seluruh negeri, pengguna bisa memanfaatkan situs Cosmetify. Platform ini menyusun peringkat ratusan merek berdasarkan jumlah pencarian tahunan di Amerika Serikat, memberikan gambaran jelas tentang tren dan preferensi konsumen saat ini.

BACA JUGA: Perbandingan Bahan Aktif Favorit Yang Terdapat Pada Skincare di Asia vs Eropa

Top 3 Tren Kecantikan dari Paris Fashion Week Internasional

Paris Fashion Week selalu identik dengan elegansi, keberanian, dan standar tinggi dalam dunia mode dan kecantikan. Tak hanya menampilkan koleksi busana kelas dunia. Ajang ini juga menjadi panggung lahirnya tren beauty yang berpengaruh secara global.

Mulai dari tampilan riasan yang effortless hingga sentuhan artistik yang mencuri perhatian. Setiap detail di runway Paris kerap menjadi inspirasi bagi pencinta kecantikan di seluruh dunia. Musim ini, ada tiga tren kecantikan utama yang paling menonjol dan siap mendominasi dunia beauty setelah turun dari panggung runway.

 

Accent lashes

Alih-alih menggunakan bulu mata palsu atau maskara, kamu bisa menciptakan ilusi bulu mata panjang hanya dengan eyeliner. Seperti yang diperlihatkan dalam gelaran Miu Miu di Paris Fashion Week. Teknik ini memanfaatkan garis tipis dan presisi di sepanjang garis bulu mata untuk memberi efek mata yang lebih tajam dan ekspresif, tanpa harus menambahkan volume secara fisik.

Hasilnya adalah tampilan yang tetap dramatis namun terasa ringan dan effortless. Cocok untuk kamu yang ingin tampil beda tanpa banyak produk. Trik ini juga semakin populer karena praktis dan cocok untuk gaya makeup minimalis dengan sentuhan artistik.

 

Reverse eyeliner

Peter Philips, Creative & Image Director untuk Dior Beauty, menghadirkan sentuhan unik pada makeup mata dengan menggunakan Dior On Stage Crayon. Alih-alih mengaplikasikan eyeliner seperti biasa di garis atas mata, ia justru menempatkannya pada sudut dalam mata, menciptakan efek yang tak terduga namun elegan.

Teknik ini memberikan tampilan tajam namun tetap lembut, menghadirkan kesan artistik sekaligus modern. Pilihan ini membuktikan bahwa detail kecil dalam penempatan produk bisa menciptakan dampak besar. Mendorong batasan tradisional makeup mata dan membuka cara baru dalam mengekspresikan gaya pribadi.

Smudgy winged liner

Memberi kesan rebel yang kuat, tampilan makeup mata di runway Rabbane hadir dengan gaya winged liner tegas yang diberi aksen smudge dramatis di bagian luar. Sentuhan ini menciptakan efek yang tampak berantakan namun terkonsep, mencerminkan ekspresi emosional yang liar, bebas, dan tidak dibatasi oleh aturan konvensional.

Look ini memperkuat arah tren angsty beauty yang mulai mengemuka dan diprediksi menjadi salah satu estetika paling dominan di tahun 2025. Karakter riasannya menggambarkan keresahan generasi muda, pemberontakan halus terhadap standar kecantikan sempurna. Sekaligus dorongan untuk mengekspresikan diri secara jujur dan berani.

Lebih dari sekadar riasan mata, gaya ini adalah pernyataan sikap—merayakan ketidaksempurnaan, luka batin yang tertutupi makeup, serta keberanian untuk tampil berbeda. Cocok bagi mereka yang tak hanya ingin terlihat cantik, tapi juga didengar dan dirasakan.

BACA JUGA: Negara-Negara yang Menjadi Pencetus Inovasi Skincare Terbaik di Dunia

Tren Beauty No Mascara Look yang Mendominasi Area Asia dan Eropa

Selama ini, maskara sering dianggap sebagai elemen penting untuk menonjolkan area mata. Namun, tren kecantikan global mulai bergerak ke arah yang lebih minimalis melalui no mascara look. Tampilan ini menonjolkan kesan bersih, natural, dan effortless, menjadikan wajah terlihat segar tanpa riasan mata yang berat.

Menariknya, tren ini kini mendominasi dunia kecantikan di Asia dan Eropa, masing-masing mengadaptasinya dengan ciri khas tersendiri. Di balik kesederhanaannya, no mascara look justru memancarkan kepercayaan diri dan mempertegas definisi baru dari kecantikan modern: autentik, apa adanya, dan tetap anggun.

Mengapa Tren Ini Naik Daun?

Ada alasan kuat mengapa tren ini begitu cepat diterima. Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, tampilan tanpa riasan mata terasa lebih praktis dan mudah diaplikasikan dalam rutinitas sehari-hari. Selain itu, mengurangi penggunaan produk di area mata memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan bulu mata dan kelopak yang cenderung sensitif.

Dalam iklim panas dan lembap seperti di Indonesia, gaya ini juga terasa sangat relevan—bebas dari risiko maskara yang luntur akibat keringat atau kelembapan. Perubahan ini sejalan dengan fenomena global seperti ghost lashes dan no-mascara look, yang kini tengah ramai diperbincangkan di berbagai media ternama seperti Vogue, InStyle, dan Marie Claire. Semua mengarah pada satu hal: tren kecantikan yang lebih ringan, effortless, dan ramah kulit.

Cara Mendapatkan Tampilan Natural Ini

Meski terdengar simpel, menciptakan tampilan no eye-makeup look yang maksimal tetap membutuhkan sentuhan seni tersendiri. Fokus utamanya terletak pada kulit yang sehat dan glowing, karena kulit yang terawat dengan baik akan menjadi pusat perhatian yang memancarkan kesegaran alami.

Alis yang rapi membantu membingkai wajah dengan proporsi yang seimbang. Tidak perlu terlalu tegas—cukup dirapikan dan diisi secara halus agar tetap terlihat natural. Sementara itu, pipi dapat diberi sapuan blush on lembut atau bronzer ringan untuk memberikan dimensi dan efek “sun-kissed” yang natural.

Bibir pun memiliki peran penting dalam tampilan ini. Gunakan lip tint, lip balm berwarna, atau bahkan kombinasi keduanya untuk menciptakan kesan segar, lembap, dan effortless.

Meski menghindari penggunaan maskara, bukan berarti bulu mata diabaikan. Perawatan tetap penting agar bulu mata tampak lentik dan sehat. Gunakan lash serum, minyak alami seperti castor oil, atau clear mascara yang dapat memberikan efek lift ringan tanpa menambahkan warna. Perawatan ini tidak hanya memperindah tampilan, tetapi juga menjaga kesehatan bulu mata dalam jangka panjang. No eye-makeup look bukan hanya soal “tidak memakai riasan,” tetapi tentang menonjolkan kecantikan alami melalui detail yang halus dan perawatan yang konsisten.

BACA JUGA: Tumbuhan Anti-Aging dari Berbagai Belahan Dunia yang Populer

Kecantikan Sejati yang Unik Menurut Berbagai Budaya yang Ada di Dunia

Setiap budaya di dunia memiliki cara yang unik dalam memaknai kecantikan sejati. Apa yang dianggap indah di satu tempat belum tentu memiliki arti yang sama di tempat lain. Dari kulit cerah yang melambangkan kemurnian, hingga bentuk wajah dan postur tubuh yang mencerminkan status sosial atau harmoni dengan alam, standar kecantikan tumbuh dari nilai-nilai, tradisi, dan sejarah yang berbeda-beda.

Melalui keberagaman budaya yang ada, kita diajak untuk memahami bahwa kecantikan sejati bukan sekadar persoalan penampilan luar. Ia adalah cerminan identitas, ekspresi diri, dan penghormatan terhadap akar budaya yang membentuknya. Dalam keragaman inilah kita menemukan makna yang lebih dalam—bahwa kecantikan sejati bersifat luas, beragam, dan tidak dapat diukur oleh satu standar tunggal.

 

Lotus Feet – Cina

Lotus feet adalah simbol keindahan dan kemakmuran dalam budaya Tiongkok kuno. Tradisi ini bermula pada abad ke-10 dan awalnya hanya dilakukan oleh perempuan bangsawan. Proses pembentukan kaki dilakukan sejak usia 4–7 tahun, dengan mematahkan dan melipat jari-jari kaki ke arah telapak, lalu dibebat erat menggunakan kain hingga membentuk kaki mungil sepanjang 7–9 cm.

Pembebatan berlangsung selama dua tahun dan membuat perempuan hanya bisa berjalan perlahan dengan tumit. Gaya berjalan berlenggak-lenggok ini dahulu dianggap anggun dan memikat. Meski kini telah ditinggalkan, lotus feet tetap menjadi bagian penting dalam sejarah standar kecantikan di Tiongkok.

 

Telinga Panjang, Suku Dayak – Indonesia

Suku Dayak, penduduk asli Pulau Kalimantan, memiliki tradisi unik yang berkaitan dengan konsep kecantikan wanita. Salah satu tradisi yang menonjol adalah memanjangkan daun telinga, yang dianggap sebagai simbol kecantikan dan kebanggaan budaya.

Tradisi ini dimulai sejak usia dini, di mana anak perempuan Suku Dayak akan mengenakan pemberat logam berbentuk lingkaran pada telinga mereka. Semakin panjang daun telinga yang dimiliki, semakin tinggi pula nilai kecantikannya di mata masyarakat. Selain sebagai standar kecantikan, anting-anting yang dikenakan juga mencerminkan status sosial seseorang dalam komunitas.

 

Leher Panjang, Suku Kayan – Burma

Di wilayah timur Burma, terdapat Suku Kayan yang dikenal dengan tradisi unik terkait standar kecantikan wanita. Sejak usia muda, para perempuan suku ini mulai mengenakan kalung logam berbahan kuningan di leher mereka. Seiring bertambahnya usia, jumlah kalung akan ditambah secara bertahap, menciptakan ilusi leher yang lebih panjang. Bagi masyarakat Kayan, leher yang panjang dianggap sebagai lambang kecantikan dan keanggunan.

Tradisi serupa juga ditemukan pada perempuan dari Suku Karen di Thailand (Negeri Gajah Putih), yang memiliki standar kecantikan sejenis. Meski terlihat ekstrem, praktik ini telah menjadi bagian dari identitas budaya dan simbol keindahan dalam komunitas mereka selama berabad-abad.

BACA JUGA: Tren Beauty No Mascara Look yang Mendominasi Area Asia dan Eropa

Spa Tradisional yang Jarang Orang Ketahui Tapi Punya Khasiat Luar Biasa di Indonesia

Di balik gemerlap spa modern dengan fasilitas serba mewah, tersembunyi berbagai. Spa tradisional yang diwariskan secara turun-temurun dan masih jarang dikenal oleh banyak orang. Berbekal bahan-bahan alami, teknik pijat khas, dan kearifan lokal, spa tradisional menawarkan khasiat luar biasa bagi kesehatan tubuh sekaligus ketenangan batin.

Sayangnya, kekayaan tradisi ini sering kali terabaikan di tengah derasnya arus tren perawatan masa kini. Padahal, spa-spa tradisional menyimpan manfaat yang tak kalah hebat. Bahkan dalam banyak kasus, lebih menyeluruh dan berakar pada filosofi penyembuhan holistik. Perawatan ini bukan hanya tentang mempercantik diri, tetapi juga menyelaraskan tubuh, pikiran, dan jiwa. Sudah saatnya spa tradisional mendapatkan kembali perhatian yang layak dan diangkat sebagai warisan budaya yang patut diapresiasi dan dilestarikan.

 

Lulur – Jawa

Selain dikenal kaya akan kerajinan tangan yang istimewa, suku Jawa juga memiliki daya tarik budaya yang luar biasa—salah satunya adalah lulur. Lulur, atau yang dikenal dengan sebutan ngadi saliro, merupakan ritual kecantikan khas para putri keraton di tanah Jawa. Awalnya, perawatan ini hanya dilakukan di lingkungan bangsawan sebagai bagian dari persiapan menjelang pernikahan atau upacara penting. Namun, seiring berkembangnya zaman, tradisi ini mulai diadopsi oleh masyarakat luas dan menjadi salah satu perawatan kecantikan alami yang paling populer di Indonesia.

Lulur umumnya terbuat dari campuran rempah-rempah alami seperti beras, kencur, kunyit, dan bengkuang yang ditumbuk hingga halus. Kombinasi bahan-bahan ini tidak hanya memberikan aroma yang menenangkan, tetapi juga kaya manfaat untuk kulit. Manfaat lulur antara lain adalah membantu melembapkan kulit, mengangkat sel kulit mati, mencerahkan warna kulit, dan menjadikannya terasa lebih halus serta bercahaya. Selain itu, proses luluran juga memberikan efek relaksasi yang menyegarkan tubuh dan pikiran.

 

Boreh – Bali

Bali memiliki tradisi perawatan tubuh khas yang dikenal dengan nama boreh. Lulur tradisional ini merupakan warisan leluhur yang telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Bali, khususnya sebagai bentuk perawatan sekaligus penyembuhan alami.

Boreh terbuat dari campuran berbagai bahan alami yang kaya manfaat, seperti beras, kencur, jahe, kunyit, cengkeh, biji pala, kayu cendana, kemiri, dan kelapa parut. Kombinasi rempah-rempah hangat ini menghasilkan lulur dengan aroma khas yang menenangkan sekaligus memberi efek menyegarkan.

Selain dipercaya dapat mengangkat kotoran dan sel kulit mati, boreh juga memberikan efek stimulasi dari bahan-bahan alaminya yang membantu menghangatkan tubuh, melancarkan peredaran darah, dan meredakan pegal atau masuk angin. Tak heran jika boreh kerap digunakan sebagai ritual perawatan saat cuaca dingin atau setelah aktivitas berat.

 

So’oso – Madura

Di Madura, lulur tradisional dikenal dengan sebutan so’oso, sebuah perawatan alami yang bermanfaat untuk kecantikan sekaligus kesehatan kulit. So’oso merupakan warisan budaya yang masih digunakan oleh masyarakat setempat hingga kini, terutama oleh para perempuan dalam ritual perawatan tubuh.

Bahan utama yang digunakan dalam so’oso antara lain adalah telur ayam, buah asam, temu giring, jeruk nipis, dan temu lawak. Semua bahan alami ini dicampur menjadi satu hingga membentuk butiran kasar. Untuk menggunakannya, campuran tersebut dilarutkan dengan air secukupnya hingga membentuk pasta, lalu dioleskan merata ke seluruh tubuh.

Setelah lulur mengering, gosok perlahan bagian yang mengeras hingga rontok, membantu mengangkat sel kulit mati dan kotoran dari permukaan kulit. Terakhir, bilas tubuh dengan air bersih. Hasilnya adalah kulit yang terasa lebih halus, segar, dan tampak cerah alami.

BACA JUGA: Kecantikan Sejati yang Unik Menurut Berbagai Budaya yang Ada di Dunia

Spa yang Tak Biasa: Dari Lumpur Vulkanik hingga Anggur Merah

Spa sering kali identik dengan aroma terapi yang menenangkan dan pijatan lembut yang memanjakan tubuh. Namun, di berbagai belahan dunia, konsep spa telah berkembang menjadi pengalaman yang jauh dari sekadar relaksasi biasa.

Bayangkan merendam tubuh dalam lumpur vulkanik hangat yang kaya mineral, atau berendam dalam anggur merah yang dipenuhi antioksidan alami. Spa-spa unik seperti ini tidak hanya menawarkan ketenangan, tetapi juga manfaat kesehatan yang menarik dan pengalaman yang sulit dilupakan. Inilah perjalanan menuju dunia spa yang tak biasa—tempat relaksasi berpadu dengan keunikan alam, tradisi lokal, dan sentuhan inovasi yang mengesankan.

 

Pijat Ular

Mungkin salah satu perawatan spa paling unik di dunia adalah pijat ular. Sesuai namanya, teknik ini menggunakan ular piton dengan berat mencapai 500 pon sebagai alat pijat alami. Sensasi dingin dan berat tubuh ular dipercaya mampu merangsang metabolisme serta membantu melepaskan asam laktat dari otot, memberikan efek relaksasi yang tidak biasa.

Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum mencoba pijat ular:

  • Tetap tenang dan jangan berteriak, agar ular tidak menganggapmu sebagai ancaman.

  • Hindari menyentuh ular selama sesi pijat untuk menjaga kestabilan dan kenyamanan hewan.

  • Jangan meniupkan udara ke arah ular, karena bisa membuatnya merasa terganggu atau terancam.

Pijat ular telah populer di beberapa negara seperti Thailand, Filipina, Rusia, dan bahkan mulai dikenal di Indonesia. Tentu saja, perawatan ini bukan untuk semua orang. Butuh keberanian ekstra untuk menantang rasa takut terhadap reptil dan sepenuhnya pasrah pada sensasi yang diberikan.

 

Mandi Wine

Salah satu spa paling unik dan populer di Jepang terletak di Kowakien Yunessun, sebuah taman spa tematik yang menawarkan pengalaman luar biasa: berendam dalam wine! Di sini, ratusan galon Beaujolais Nouveau—jenis anggur merah muda yang sangat populer di Jepang—digunakan sebagai isi kolam rendam.

Wine tersebut dipancurkan dari sebuah botol raksasa yang dirancang menyerupai botol wine asli, menciptakan suasana yang playful sekaligus mewah. Pengunjung tidak hanya dapat merasakan sensasi mandi anggur yang kaya antioksidan, tetapi juga diberi kesempatan untuk mencicipi langsung wine yang digunakan. Perpaduan antara relaksasi, estetika, dan pengalaman budaya menjadikan spa ini sebagai destinasi unik yang wajib dicoba bagi pencinta wine dan wisata wellness.

 

Facial Siput

Salah satu perawatan kecantikan yang tidak biasa namun semakin populer adalah perawatan wajah menggunakan siput. Dalam metode ini, siput (bekicot) dibiarkan merayap di atas wajah untuk memijat otot-otot wajah secara alami.

Lendir yang dihasilkan siput dipercaya mengandung zat aktif yang bermanfaat untuk menenangkan kulit, mempercepat regenerasi sel, serta memiliki efek anti-aging yang membantu mengurangi garis halus dan menjaga elastisitas kulit. Meskipun terdengar ekstrem, perawatan ini telah digunakan di beberapa negara Asia dan Eropa sebagai bagian dari terapi kecantikan alami.

BACA JUGA: Spa Tradisional yang Jarang Orang Ketahui Tapi Punya Khasiat Luar Biasa di Indonesia

Tumbuhan Anti-Aging dari Berbagai Belahan Dunia yang Populer

Sejak zaman kuno, berbagai budaya di dunia telah memanfaatkan kekayaan alam untuk menjaga kesehatan dan kecantikan pada kulitnya. Dari hutan tropis hingga pegunungan tandus. Tumbuhan dengan khasiat anti-aging telah digunakan dalam ramuan tradisional yang diwariskan turun-temurun. Di masa sekarang, bahan bahan alami tersebut semakin mendapat tempat di dunia kecantikan modern loh. Diolah dengan teknologi yang canggih namun tetap mempertahankan warisan alami yang kaya akan manfaat. Dalam kesempatan kali ini kami akan membahas Tumbuhan Anti-Aging dari Berbagai Belahan Dunia yang Populer.

 

Apa Sih Itu Anti – Aging?

Perawatan anti-aging merupakan rangkaian prosedur kecantikan yang dirancang khusus untuk mengurangi tanda-tanda penuaan, seperti kerutan, garis halus, dan kulit yang mulai mengendur. Area tubuh yang paling sering menjadi fokus perawatan ini adalah wajah, leher, dan tangan—bagian-bagian yang paling rentan menunjukkan gejala penuaan dini.

Pilihan perawatan anti-aging sangat beragam, tergantung pada sejauh mana kondisi kulit mengalami penuaan. Mulai dari produk yang dijual bebas, seperti krim dan losion, hingga prosedur yang lebih invasif, seperti suntikan botox, filler, atau bahkan operasi facelift. Setiap metode memiliki kelebihan dan potensi risikonya masing-masing.

Karena itu, penting bagi setiap pasien untuk berkonsultasi secara menyeluruh dengan dokter spesialis kulit atau ahli anti-aging sebelum memilih jenis perawatan. Pendekatan yang tepat dan sesuai kondisi kulit akan membantu mendapatkan hasil yang optimal serta meminimalkan risiko yang mungkin timbul.

 

Berikut Beberapa Tumbuhan Yang Memiliki Efek Anti Aging

Crocus Crysanthus Bulb

Merangsang faktor pertumbuhan kulit secara alami guna meningkatkan efektivitas ekstrak tumbuhan yang berpotensi melawan berbagai tanda penuaan, seperti garis halus, kerutan, dan kulit yang mulai kehilangan kekenyalannya.

Primula Veris

Kandungan ekstraknya membantu merawat berbagai masalah kulit, seperti jerawat, peradangan, kemerahan, ruam, serta iritasi ringan lainnya. Dengan sifatnya yang menenangkan dan mendukung regenerasi kulit, ekstrak ini cocok digunakan untuk kulit sensitif maupun yang rentan mengalami gangguan.

Sphilantes A. Flower

Membantu memperbaiki tekstur dermis, mengembalikan kekencangan kulit, serta berperan sebagai pelindung terhadap polusi dan paparan sinar UV (Anti-Pollution & Anti-UV Rays). Kandungan aktifnya bekerja secara menyeluruh untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus memperkuat fungsi barrier alami kulit.

Achillea Millefolium, Alchemilia Vulgaris, dan Mellisa Officinalis Leaf

Ketiga tumbuhan ini memiliki manfaat utama sebagai antioksidan yang membantu melawan radikal bebas sekaligus mengembalikan kelembapan alami kulit. Kombinasi kandungan aktifnya juga berperan dalam menjaga elastisitas dan menjaga tampilan kulit tetap sehat dan terhidrasi.

BACA JUGA: Spa yang Tak Biasa: Dari Lumpur Vulkanik hingga Anggur Merah