Bayangkan saja dirimu berada di sebuah ruangan hangat yang dipenuhi uap, aroma kayu yang menenangkan. Dan suasana hening yang meresap hingga ke dalam pikiran. Di Rusia, pengalaman ini bukan sekadar bentuk relaksasi, tapi bagian dari tradisi turun-temurun yang sarat makna spiritual dan sosial.

Inilah Banya—spa tradisional khas Rusia yang lebih dari sekadar tempat mandi uap. Banya dipercaya sebagai ritual pemurnian, berfungsi untuk membersihkan tubuh, menyegarkan jiwa, dan mempererat hubungan antarindividu. Uap panas, ramuan alami, serta tradisi memukul tubuh dengan venik (ranting daun birch) menjadi elemen penting dalam pengalaman ini.  Mari mengenal lebih dekat ritual pemurnian ini yang telah menjadi bagian penting dari identitas dan gaya hidup masyarakat Rusia.

Apa Itu Banya?

Banya adalah sauna uap khas Rusia yang dipanaskan menggunakan tungku tradisional. Lebih dari sekadar tempat untuk beristirahat, Banya telah menjadi bagian dari budaya Rusia selama berabad-abad. Mandi uap di Banya dipercaya memberikan banyak manfaat—mulai dari relaksasi, detoksifikasi tubuh, hingga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Namun yang membuatnya istimewa adalah aspek sosialnya. Banya juga menjadi ruang untuk menghabiskan waktu bersama teman, keluarga, bahkan rekan kerja, sambil berbincang dan menikmati kehangatan bersama.

Hingga hari ini, tradisi Banya masih sangat populer di Rusia, menunjukkan bahwa warisan ini tetap hidup dan menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat setempat.

Awal Mula Banya Rusia

Banya pertama kali disebut dalam Kronik Utama (1113), salah satu catatan sejarah tertua bangsa Slavia. Awalnya, banya dilakukan di dalam kompor rumah yang cukup besar untuk beberapa orang. Setelah memasak, bagian dalamnya dibersihkan, lalu digunakan sebagai ruang mandi uap.

Seiring waktu, banya khusus mulai dibangun. Ada dua jenis utama:

  • Banya hitam (po-chyornomu), tanpa cerobong asap, dengan dinding penuh asap dan jelaga.

  • Banya putih (po-belomu), versi lebih modern yang dilengkapi cerobong, lebih bersih dan nyaman.

Ritual banya mencakup menyiramkan air ke batu panas untuk menghasilkan uap, disusul dengan venik—cambukan ringan dari ranting birch untuk melancarkan sirkulasi darah. Di musim dingin, orang-orang keluar ke salju atau menyelam ke sungai dingin untuk menyegarkan tubuh sebelum kembali masuk.

Meski terlihat ekstrem, suhu banya (60°–90°C) sebenarnya lebih rendah dibanding sauna Finlandia, namun dengan kelembapan tinggi (50–90%), menjadikannya mirip ruang uap modern.

Bagi masyarakat Rusia, banya bukan hanya soal kebersihan, tapi juga tradisi pemurnian, penyembuhan, dan momen kebersamaan yang telah diwariskan lintas generasi.

BACA JUGA: Spa di Tengah Gurun: Rasakan Sensasi Pengalaman Relaksasi di Dubai