
Di balik gemerlap spa modern dengan fasilitas serba mewah, tersembunyi berbagai. Spa tradisional yang diwariskan secara turun-temurun dan masih jarang dikenal oleh banyak orang. Berbekal bahan-bahan alami, teknik pijat khas, dan kearifan lokal, spa tradisional menawarkan khasiat luar biasa bagi kesehatan tubuh sekaligus ketenangan batin.
Sayangnya, kekayaan tradisi ini sering kali terabaikan di tengah derasnya arus tren perawatan masa kini. Padahal, spa-spa tradisional menyimpan manfaat yang tak kalah hebat. Bahkan dalam banyak kasus, lebih menyeluruh dan berakar pada filosofi penyembuhan holistik. Perawatan ini bukan hanya tentang mempercantik diri, tetapi juga menyelaraskan tubuh, pikiran, dan jiwa. Sudah saatnya spa tradisional mendapatkan kembali perhatian yang layak dan diangkat sebagai warisan budaya yang patut diapresiasi dan dilestarikan.
Lulur – Jawa
Selain dikenal kaya akan kerajinan tangan yang istimewa, suku Jawa juga memiliki daya tarik budaya yang luar biasa—salah satunya adalah lulur. Lulur, atau yang dikenal dengan sebutan ngadi saliro, merupakan ritual kecantikan khas para putri keraton di tanah Jawa. Awalnya, perawatan ini hanya dilakukan di lingkungan bangsawan sebagai bagian dari persiapan menjelang pernikahan atau upacara penting. Namun, seiring berkembangnya zaman, tradisi ini mulai diadopsi oleh masyarakat luas dan menjadi salah satu perawatan kecantikan alami yang paling populer di Indonesia.
Lulur umumnya terbuat dari campuran rempah-rempah alami seperti beras, kencur, kunyit, dan bengkuang yang ditumbuk hingga halus. Kombinasi bahan-bahan ini tidak hanya memberikan aroma yang menenangkan, tetapi juga kaya manfaat untuk kulit. Manfaat lulur antara lain adalah membantu melembapkan kulit, mengangkat sel kulit mati, mencerahkan warna kulit, dan menjadikannya terasa lebih halus serta bercahaya. Selain itu, proses luluran juga memberikan efek relaksasi yang menyegarkan tubuh dan pikiran.
Boreh – Bali
Bali memiliki tradisi perawatan tubuh khas yang dikenal dengan nama boreh. Lulur tradisional ini merupakan warisan leluhur yang telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Bali, khususnya sebagai bentuk perawatan sekaligus penyembuhan alami.
Boreh terbuat dari campuran berbagai bahan alami yang kaya manfaat, seperti beras, kencur, jahe, kunyit, cengkeh, biji pala, kayu cendana, kemiri, dan kelapa parut. Kombinasi rempah-rempah hangat ini menghasilkan lulur dengan aroma khas yang menenangkan sekaligus memberi efek menyegarkan.
Selain dipercaya dapat mengangkat kotoran dan sel kulit mati, boreh juga memberikan efek stimulasi dari bahan-bahan alaminya yang membantu menghangatkan tubuh, melancarkan peredaran darah, dan meredakan pegal atau masuk angin. Tak heran jika boreh kerap digunakan sebagai ritual perawatan saat cuaca dingin atau setelah aktivitas berat.
So’oso – Madura
Di Madura, lulur tradisional dikenal dengan sebutan so’oso, sebuah perawatan alami yang bermanfaat untuk kecantikan sekaligus kesehatan kulit. So’oso merupakan warisan budaya yang masih digunakan oleh masyarakat setempat hingga kini, terutama oleh para perempuan dalam ritual perawatan tubuh.
Bahan utama yang digunakan dalam so’oso antara lain adalah telur ayam, buah asam, temu giring, jeruk nipis, dan temu lawak. Semua bahan alami ini dicampur menjadi satu hingga membentuk butiran kasar. Untuk menggunakannya, campuran tersebut dilarutkan dengan air secukupnya hingga membentuk pasta, lalu dioleskan merata ke seluruh tubuh.
Setelah lulur mengering, gosok perlahan bagian yang mengeras hingga rontok, membantu mengangkat sel kulit mati dan kotoran dari permukaan kulit. Terakhir, bilas tubuh dengan air bersih. Hasilnya adalah kulit yang terasa lebih halus, segar, dan tampak cerah alami.
BACA JUGA: Kecantikan Sejati yang Unik Menurut Berbagai Budaya yang Ada di Dunia
Leave a Reply